Sumpah Palapa yang Tiada Terlaksana
Lamun huwus kalah Nusantara, ingsun amukti palapa, lamun kalah Ring Gurun, Ring Seram, Tanjungpura, Ring Haru, Ring Pahang, Dompo, Ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa!
Judul : Dyah Pitaloka
Pengarang : Hermawan Aksan
Penerbit : C Publishing
Halaman : viii + 328
Hari itu, tahun 1253 saka, Gajah Mada diangkat menjadi Mahapatih Kerajaan Majapahit menggantikan Arya Tadah. Ia bertekad menaklukkan seluruh kerajaan se-nusantara —bahkan sampai negeri seberang— di bawah kendali Majapahit dengan Sumpah Palapa-nya yang sangat terkenal. Sebelum mewujudkan cita-citanya, Gajah Mada bersumpah tidak akan memakan buah palapa (sebagai simbol kenikmatan dunia). Betapa baktinya ia pada negara!
Mungkin benar, tanpa jasa Mahapatih Gajah Mada rasanya sulit Majapahit menjadi kerajaan besar seperti saat itu. Majapahit yang dipimpin Tribhuwanatunggadewi —seorang wanita— bisa menguasai lebih dari tujuh bagian kepulauan penting yang terdiri dari beberapa kerajaan. Bahkan, banyak kerajaan-kerajaan kecil yang rela bergabung di bawah kendali Majapahit. Ketika banyak pemberontakan di negeri kecil pun, Gajah Mada-lah yang banyak menyelesaikannya. Maka tak heran karena jasanya, pantaslah jika ia mendapat posisi terhormat dalam pemerintahan. (more…)